Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) menjadi pusat perhatian berbagai pihak, termasuk bagi lembaga Penelitian CIFOR dan ICRAF Indonesia. Hal ini dibuktikan CIFOR dan ICRAF melakukan lokakarya untuk menemukan formula cegah karhutlah berbasis desa di Indonesia yang diselenggarakan pada hari Kamis, 31 Mei 2018 di Hotel Aryaduta Palembang.

Dalam Lokakarya bertema “Pencegahan Karhutlah Berbasis Desa dan Kebijakan Scale-Up” juga melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) seperti Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Sumsel, Dinas Kehutanan dan lain sebagainya.  Menurut Peneliti Lembaga CIFOR – ICRAF Indonesia, Prof. Dr. Herry Purnomo mengatakan Tujuan dari kegiatan ini, sebagai pihak peneliti mencari formula pencegahan Karhutlah di Level desa. Setelah ditemukan akan kita perluas dan cari pendanaannya. Setelah formula mencegah Karhutlah berbasis desa tersebut, akan kembali dikembangkan secara luas sehingga konsepnya bisa direalisasikan baik ditingkat Kabupaten/Kota, Provinsi hingga nasional. Untuk level desa, kita akan mengajak masyarakat untuk membuka lahan dengan tidak membakar namun dengan cara lain. Kita juga akan memberikan sosialisasi, tranning, bantuan fasilitas, pupuk dan lain sebagainya agar menghindari konsep mambuka lahan dengan membakar. Dalam pelaksanaannya tentu saja memerlukan daya yang terbilang lebih besar dibandingkan anggaran yang telah dialokasikan oleh Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Kontribusi dari pihak lain seperti swasta dan lainnya juga sangat diperlukan dalam mewujudkan formula cegah karhutlah berbasis desa yang telah dicanangkan bersama melalui lokakarya tersebut

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here