Nama Yayasan Belantara mungkin masih terdengar asing ditelinga kita. Ya, karena Yayasan Belantara merupakan lembaga yang baru terbentuk pada tahun 2014. Yayasan Belantara adalah sebuah lembaga penyalur dana hibah atau grant making institution, dimana area hibahnya dialokasikan untuk mendukung kegiatan di Kawasan Konservasi, Kawasan Hutan Produksi, Kehutanan Masyarakat, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat di sepuluh (10) bentang alam yang tersebar di lima (5) Provinsi di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Sebagai yayasan yang independen, Belantara bertujuan untk bekerjasama dengan semua pihak yang memiliki tujuan yang sama, berkoordinasi dan bekerjasama dengan para mitra proyek-proyek di dalam sepuluh kawasan distribusi hibah. Selain itu Belantara memiliki tujuan untuk memastikan bahwa inisiatif yang telah ada selaras agar dapat meminimalkan risiko proyek yang tumpang tindih sekaligus memaksimalkan pembagian informasi dan data.

Salah satu pendiri dari Yayasan Belantara adalah Asia Pulp and Paper, berkontribusi secara signifikan dalam membantu dimulainya pengoperasian yayasan dengan sukses dengan memberikan bantuan keuangan yang substansial. Sumber daya keuangan yang lainnya digalang dari sektor publik dan swasta, yang nantinya akan diikuti dengan inisiatif de-risking investasi agar tercapainya cakupan modalitas pendanaan yang lebih holistis.

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang menjadi target prioritas area hibah dengan fokus area yang berada di sekitar kawasan Sembilang (Kabupaten Banyuasin), Kawasan Dangku Meranti (Kabupaten Musi Banyuasin) dan Kawasan Padang Sugihan (Kabupaten Ogan Komering Ilir). Dana hibah tersebut di peruntukan untuk mendukung implementasi kegiatan restorasi hutan dan lahan, proteksi hutan lahan dari bahaya KARHUTLA, konservasi spesies langka maupun yang terancam punah melalui perlindungan habitat, penguatan institusi, hingga pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Untuk mendukung upaya pencapaian tujuan terhadap implementasi kegiatan terhadap peruntukan dana hibah tersebut, diperlukan suatu informasi yang sama atau seragam kepada para pihak. Yayasan Belantara mengajak para pihak khususnya bagi organisasi masyarakat sipil (OMS) di tingkat Provinsi Sumatera Selatan dalam kegiatan “Pelatihan Project Cycle Managemen & Call Proposal”.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Yayasan Belantara dalam mendukung pencapaian tujuan program konservasi yang akan diajukan maupun akan diimplementasikan agar dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Tujuan Yayasan Belantara mengadakan kegiatan pelatihan ini untuk dapat menyampaikan informasi mengenai proses/mekanisme dan tahapan yang dapat dilakukan oleh para pihak dalam mengajukan proposal pendanaan yang sekaligus akan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas para pihak yang akan menjadi mitra Yayasan Belantara.

Turut hadir pula Direktur Eksekutif Yayasan Belantara, Dr. Sri Mariati pada hari pertama pelatihan. Dalam kesempatan ini Beliau juga menjelaskan sedikit tentang Yayasan Belantara. Dr. Sri Mariati menjelaskan bahwa Yayasan Belantara didirikan tahun 2014 bulan September. Yayasan belantara didirkan untuk mendukung kegiatan dikawasan konservasi, kawasan hutan produksi, kawasan hutan lindung, dan di perhutanan sosial. Area hibah Yayasan Belantara berada di sepuluh (10) wilayah yang berada di lima (5) Provinsi. Selain Dr. Sri Mariati, Purwowodi Astianto, Ifran Imanda dan Aditya Rakhman dari Yayasan Belantara hadir sebagai pembicara dalam Pelahitan tersebut.

Para peserta yang hadir pun sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Kurang lebih ada 26 peserta dari berbagai pihak, termasuk Forum DAS Sumsel yang hadir mengikuti pelatihan tersebut. Untuk diketahui, kegiatan Pelatihan Project Cycle Managemen & Call Proposal diadakan selama tiga (3) hari pada tanggal 5-7 Maret 2018 di Hotel Batiqa Palembang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here